“Sialan lemparanku meleset, ayo cepat kita lari dari sini.”
Banyak sekali monster menjijikan yang menyerangku dan Rey.
Soal lemparan, itu adalah bola basket yang kulempar untuk melumpuhkan monster itu. Karena kita sedang berlatih bola basket di lapang sekolah. Akhirnya kami berlari ke ruang UKS untuk mencari tali dan obat bius untuk membasmi mereka.
“Di saat seperti ini pintu UKS malah terkunci.”
“Ayo kita pecahkan jendelanya.”
Aku langsung menendang jedela ruang UKS. Dengan cepat kami melompat ke dalam.
Rey langsung mengambil beberapa obat bius dan aku mencari tali.
“Ya tuhan sebenarnya makhluk apa mereka itu” ucapku.
“Sudah jangan banyak bicara sekarang kita harus membasmi mereka” jawab rey dengan nada kesal.
“Ayo kita pecahkan jendelanya.”
Aku langsung menendang jedela ruang UKS. Dengan cepat kami melompat ke dalam.
Rey langsung mengambil beberapa obat bius dan aku mencari tali.
“Ya tuhan sebenarnya makhluk apa mereka itu” ucapku.
“Sudah jangan banyak bicara sekarang kita harus membasmi mereka” jawab rey dengan nada kesal.
Rey langsung melompat ke luar jendela sementara aku masih sibuk mencari tali.
“Tolooongg.” Itu pasti surara Rey.
Aku sedikit melihat ke luar UKS. Ternyata, Rey ditangkap oleh monster itu. Rey dibawa menjauh dari uks oleh monster itu. Karena merasa aman aku pun melompat ke luar.
Aku sedikit melihat ke luar UKS. Ternyata, Rey ditangkap oleh monster itu. Rey dibawa menjauh dari uks oleh monster itu. Karena merasa aman aku pun melompat ke luar.
Aku berlari mencari Rey namun ada suara samar yang sepertinya memanggil namaku. Dengan sedikit penasaran aku berjalan ke arah suara itu.
Tiba tiba saja dari belakang ada yang menyekap mulutku dan aku diseret ke ruang pramuka.
Aku sudah pasrah karena menurutku itulah akhir riwayatku.
“Hei sudahlah tidak usah seperti anak kecil.”
Ternyataa itu adalah Sarah dia siswi kelas XI.
“Kau sudah gila?. Aku hampir mati dengan sergapanmu itu.”
“Sudahlah kita harus cari cara untuk membasmi monster itu.”
Ternyataa itu adalah Sarah dia siswi kelas XI.
“Kau sudah gila?. Aku hampir mati dengan sergapanmu itu.”
“Sudahlah kita harus cari cara untuk membasmi monster itu.”
Kami berjalan memutari sekolah. “Reeeyyy” teriak sarah cukup menggema karena lorong sangat kosong. Tiba tiba dari belakang ada 3 monster yang tidak terlalu besar, kira kira tingginya 110 cm saja.
Sarah menendang perut salah satu monster itu namun tidak terjadi apa apa pada monster itu. Aku sangat kaget karena ternyata sarah sudah berlari menjauh. Aku sangat kesal dan berlari mengikutinya. Di depan ada 2 belokan. Jika ke kiri itu adalah kantin dan jika ke kanan setauku sebuah ruang kosong.
Sarah memilih lari ke kiri. Karena nasihat Ibuku “kanan selalu yang terbaik.” Akhirnya aku memilih ke arah kanan. Tidak diduga sama sekali ternyata pintu ruang kosong itu terkunci. Aku pun dikepung oleh 3 monster itu. Mereka sudah sangat dekat dengan tubuhku.
Namun entah kenapa mereka lemas dan meleleh.
Namun entah kenapa mereka lemas dan meleleh.
Ternyata tidak jauh dari situ sudah ada Rey dan Sarah yang menembakan obat bius.
“Selamat kalian berhasil mengalahkan monster buatanku.”
Ada suara seperti itu, namun suaranya seperti tidak asing lagi di telingaku.
Ada suara seperti itu, namun suaranya seperti tidak asing lagi di telingaku.
Ternyata itu adalah Dr Garko, dia adalah guru ipa di sekolahku.
“MENGAPA KAU INGIN MEMBUNUH KAMI.” Teriak Sarah.
“Sudah tenanglah itu adalah monster biasa, mereka tidak akan membunuh kalian mereka hanya mengikuti kalian.
“Lalu untuk apa kau membuat itu semua.”
“Karena aku Dr Garko.”
“MENGAPA KAU INGIN MEMBUNUH KAMI.” Teriak Sarah.
“Sudah tenanglah itu adalah monster biasa, mereka tidak akan membunuh kalian mereka hanya mengikuti kalian.
“Lalu untuk apa kau membuat itu semua.”
“Karena aku Dr Garko.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar