Senin, 28 November 2016

kurcaci miho dan selai kacang yang hilang

Di sebuah desa, hiduplah para kurcaci. Mereka selalu kompak. Salah satu warga kurcaci tersebut adalah Kurcaci Miho. Watak Miho sangat tak disukai para kurcaci. Sifat Miho kikir dan jahat.
Waktu itu, Kurcaci Milo meminta uang. Anak dan istrinya sedang terlibat dalam kesulitan. Miho segera mengunci rapat-rapat pintu tokonya, lalu berpura-pura tertidur. Maka Milo segera pulang dan berhenti meminta.
Suatu hari, Miho tampak kebingungan. Ia berkeliling-liling antara lebatnya dibalik semak belukar. Kurcaci Milo hanya diam. Namun akhirnya ia bertanya. “Sedang mencari apakah kamu, Miho?” Tanya Milo.
Mata Miho membelalak kaget. Ia berpaling wajah. “A.. Aku kehilangan selai kacangku..” ucapnya pelan.
Milo tersenyum. “Aku akan membantumu,” balas Milo seraya tersenyum.
“A.. Apa katamu?” Kata Miho tak percaya.
Milo tersenyum lebar. “Aku akan membantumu,” ulangnya lagi. Mata Miho berbinar. Tak sanggup menahan air mata, ia terharu. Lalu memeluk Milo. “Oh, Milo! Terima kasih!” Ucapnya terisak.
Semenjak saat itu, Miho sudah tak kikir lagi. Ia sudah dermawan. Warga kurcaci menyukainya. Diam-diam Milo mengacungkan ibu jarinya ke arahmu, “Rencana kita berhasil!” Seru Milo berbisik sambil mengacungkan ibu jari ke arahmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar